Keberhasilan suatu proses pengelasan tidak hanya ditentukan oleh keterampilan welder atau kualitas mesin las yang digunakan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pemilihan welding consumables atau bahan habis pakai pengelasan. Pada proses Gas Metal Arc Welding (GMAW) yang lebih dikenal sebagai MIG (Metal Inert Gas) serta Flux Cored Arc Welding (FCAW), consumable utama berupa kawat las (welding wire) berfungsi sebagai elektroda sekaligus logam pengisi (filler metal). Kawat tersebut akan meleleh selama proses pengelasan dan bergabung dengan logam induk untuk membentuk sambungan yang kuat dan permanen.
Pemilihan jenis kawat las yang tepat menjadi faktor penting dalam menghasilkan sambungan las yang memiliki kekuatan mekanik tinggi, bebas cacat, memiliki penampilan yang baik, serta memenuhi persyaratan standar internasional seperti AWS A5 Series. Setiap jenis kawat memiliki klasifikasi tertentu yang menunjukkan komposisi kimia, kekuatan tarik, posisi pengelasan, hingga karakteristik khusus seperti kandungan deoksidiser atau sifat rendah hidrogen (low hydrogen). Dengan memahami arti kode tersebut, seorang welder maupun welding engineer dapat memilih kawat las yang sesuai dengan jenis material, ketebalan pelat, posisi pengelasan, serta kondisi lingkungan kerja.
Pengertian Welding Consumables pada Proses MIG dan FCAW
Dalam proses MIG dan FCAW, consumable merupakan material yang secara sengaja dikonsumsi selama pengelasan untuk membentuk logam las. Berbeda dengan proses GTAW (TIG) yang menggunakan elektroda tungsten tidak habis (non-consumable electrode), proses MIG dan FCAW menggunakan kawat elektroda yang terus diumpankan secara otomatis ke dalam busur listrik. Ketika busur terbentuk antara ujung kawat dan logam induk, kawat akan mencair dan mengisi celah sambungan.
Consumable tidak hanya berfungsi sebagai logam pengisi, tetapi juga memengaruhi sifat mekanik sambungan, seperti kekuatan tarik, ketangguhan, ketahanan retak, serta ketahanan terhadap korosi. Oleh karena itu, pemilihan consumable tidak boleh dilakukan secara sembarangan, melainkan harus mempertimbangkan jenis logam induk, prosedur pengelasan (WPS), posisi pengelasan, dan kondisi operasi komponen setelah selesai dilas.
Kawat Las MIG (GMAW)
Pada proses MIG atau GMAW, kawat yang digunakan berupa solid wire yang membutuhkan gas pelindung eksternal, seperti argon, karbon dioksida (CO₂), atau campuran keduanya. Salah satu kawat yang paling umum digunakan adalah ER70S-6, terutama untuk pengelasan baja karbon (mild steel).
Menurut klasifikasi AWS, kode ER70S-6 memiliki arti sebagai berikut:
- E menunjukkan bahwa kawat berfungsi sebagai elektroda.
- R berarti rod atau filler rod.
- 70 menunjukkan kekuatan tarik minimum sebesar 70.000 psi.
- S menunjukkan bahwa kawat merupakan solid wire.
- 6 menunjukkan kandungan deoksidiser yang lebih tinggi sehingga cocok digunakan pada permukaan baja yang masih memiliki sedikit karat, mill scale, atau kontaminasi ringan.
Selain ER70S-6, terdapat beberapa jenis kawat MIG lain yang digunakan sesuai material, antara lain ER70S-3 untuk baja bersih, ER5356 dan ER4043 untuk aluminium, serta ER308L dan ER316L untuk pengelasan baja tahan karat (stainless steel).
Diameter Kawat MIG
Diameter kawat sangat memengaruhi stabilitas busur, penetrasi, dan produktivitas pengelasan. Diameter yang umum digunakan meliputi:
- 0,023 inci
- 0,030 inci
- 0,035 inci
- 0,045 inci
Untuk pelat tipis, diameter kecil lebih disarankan karena menghasilkan panas yang lebih rendah sehingga mengurangi risiko burn-through. Sebaliknya, material yang lebih tebal memerlukan kawat berdiameter lebih besar agar mampu menghasilkan laju deposisi logam yang tinggi dan penetrasi yang memadai.
Kawat Las FCAW
Berbeda dengan MIG, kawat FCAW berbentuk tabung (tubular wire) yang di dalamnya berisi flux. Flux tersebut menghasilkan gas pelindung serta slag selama proses pengelasan sehingga membantu melindungi logam cair dari kontaminasi atmosfer.
Secara umum terdapat dua jenis kawat FCAW, yaitu:
FCAW-S (Self-Shielded)
Jenis ini tidak memerlukan gas pelindung eksternal karena flux menghasilkan gas pelindung secara otomatis selama proses pengelasan. FCAW-S banyak digunakan untuk pekerjaan lapangan, konstruksi baja, serta pekerjaan luar ruangan yang rentan terhadap tiupan angin.
FCAW-G (Gas-Shielded)
Jenis ini tetap menggunakan gas pelindung eksternal, biasanya CO₂ atau campuran argon dan CO₂. FCAW-G menghasilkan kualitas las yang lebih baik, tingkat percikan (spatter) lebih rendah, serta produktivitas yang tinggi sehingga banyak digunakan pada fabrikasi struktur baja dan industri berat.
Keunggulan Kawat FCAW
Beberapa keuntungan penggunaan FCAW, antara lain:
- Tetap stabil meskipun digunakan pada kondisi berangin.
- Memiliki laju deposisi logam lebih tinggi dibandingkan MIG.
- Sangat cocok untuk fabrikasi berat dan pengelasan struktur.
- Efisien untuk pengelasan material tebal.
- Meningkatkan produktivitas karena kecepatan pengelasan yang tinggi.
Karakteristik tersebut menjadikan FCAW sebagai pilihan utama dalam industri konstruksi, galangan kapal, fabrikasi baja, dan proyek minyak serta gas.
Klasifikasi Kawat FCAW
Contoh klasifikasi yang ditampilkan adalah E71T-8.
Kode tersebut memiliki arti:
- E = Electrode.
- 7 = Kekuatan tarik minimum 70.000 psi.
- 1 = Dapat digunakan pada semua posisi pengelasan.
- T = Tubular wire.
- 8 = Jenis flux dengan karakteristik low hydrogen.
E71T-1C, yaitu kawat FCAW yang menggunakan gas CO₂ sebagai pelindung. Jenis ini menghasilkan busur yang stabil, percikan rendah, dan permukaan las yang lebih halus sehingga banyak digunakan dalam proses fabrikasi.
Rekomendasi Diameter Kawat Berdasarkan Ketebalan Material
Pemilihan diameter kawat harus disesuaikan dengan ketebalan material.
Untuk pelat tipis sekitar 24–20 gauge, diameter 0,023 inci atau 0,030 inci merupakan pilihan terbaik karena menghasilkan panas yang rendah.
Material dengan ketebalan 16–14 gauge dapat menggunakan kawat 0,030 inci atau 0,035 inci.
Untuk material 1/8 inci hingga 3/16 inci, kawat 0,035 inci memberikan keseimbangan antara penetrasi dan produktivitas.
Sedangkan material 3/16 inci hingga 1/2 inci umumnya menggunakan kawat 0,045 inci agar laju deposisi logam mencukupi.
Kawat FCAW pada diameter yang sama umumnya mampu mengelas material yang lebih tebal dibandingkan solid wire MIG karena menghasilkan penetrasi lebih tinggi.
Parameter Pengelasan MIG
Keberhasilan proses pengelasan tidak hanya dipengaruhi oleh jenis kawat, tetapi juga parameter pengelasan.
Untuk baja karbon menggunakan ER70S-6, parameter yang direkomendasikan antara lain:
- Kawat 0,030 inci menggunakan tegangan sekitar 17–19 Volt dengan kecepatan pengumpanan kawat 150–220 IPM.
- Kawat 0,035 inci menggunakan 19–22 Volt dengan 200–300 IPM.
- Kawat 0,045 inci menggunakan 21–24 Volt dengan 250–400 IPM.
Parameter tersebut merupakan panduan awal. Nilai aktual harus disesuaikan dengan posisi pengelasan, ketebalan material, panjang stick-out, serta kecepatan gerak (travel speed).
Parameter FCAW
Untuk kawat FCAW seperti E71T-GS atau E71T-1C, poster memberikan panduan umum:
- Diameter 0,030–0,035 inci menggunakan tegangan sekitar 18–21 Volt.
- Diameter 0,045 inci menggunakan 20–23 Volt karena memerlukan input panas lebih tinggi.
Pengaturan parameter yang tepat akan menghasilkan penetrasi yang baik, profil manik las yang seragam, serta meminimalkan cacat seperti lack of fusion, undercut, maupun excessive spatter.
Tips Memilih Kawat Las
Untuk pelat tipis, gunakan solid wire berdiameter kecil seperti 0,023 atau 0,030 inci.
Untuk baja yang sedikit berkarat atau memiliki mill scale, pilih ER70S-6 karena kandungan deoksidisernya lebih tinggi.
Untuk pekerjaan luar ruangan, gunakan FCAW-S karena tidak memerlukan gas pelindung dan lebih tahan terhadap pengaruh angin.
Untuk fabrikasi berat, gunakan kawat FCAW diameter 0,045 inci agar produktivitas meningkat.
Untuk stainless steel, gunakan ER308L atau ER316L sesuai jenis material induk.
Sedangkan untuk aluminium, gunakan ER4043 apabila mengutamakan kemudahan pengelasan atau ER5356 apabila diperlukan kekuatan mekanik yang lebih tinggi.
Pentingnya Pemilihan Consumable yang Tepat
Consumable merupakan salah satu variabel esensial dalam Welding Procedure Specification (WPS). Pemilihan kawat yang tidak sesuai dapat menyebabkan berbagai masalah seperti retak, porositas, kekuatan tarik yang rendah, atau ketidakcocokan sifat metalurgi dengan logam induk. Oleh sebab itu, pemilihan consumable harus selalu mengacu pada standar AWS, ASME Section IX, atau spesifikasi proyek.
Selain itu, penyimpanan kawat juga harus diperhatikan. Kawat harus disimpan dalam kondisi kering dan bersih agar tidak mengalami kontaminasi yang dapat menyebabkan cacat pengelasan. Pada kawat FCAW, kelembapan yang tinggi dapat meningkatkan kandungan hidrogen sehingga memperbesar risiko retak hidrogen (hydrogen-induced cracking).
Kesimpulan
Consumable MIG dan FCAW merupakan komponen penting yang menentukan kualitas hasil pengelasan. Kawat MIG seperti ER70S-6 banyak digunakan untuk pengelasan baja karbon karena menghasilkan busur yang stabil dan mampu mengatasi permukaan baja yang kurang bersih. Di sisi lain, kawat FCAW menawarkan produktivitas tinggi, penetrasi lebih dalam, dan sangat sesuai untuk pekerjaan struktural maupun lapangan. Pemahaman terhadap klasifikasi AWS, pemilihan diameter kawat, pengaturan parameter pengelasan, serta penyesuaian dengan jenis material akan membantu menghasilkan sambungan las yang kuat, bersih, dan memenuhi standar mutu internasional. Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, proses pengelasan dapat berlangsung lebih efisien, aman, dan menghasilkan komponen yang andal untuk berbagai aplikasi industri.